Rabu, 10 November 2010

MAKALAH PERKEMBANGAN KOGNITIF TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau usia pra sekolah adalah masa dimana anak belum memasuki pendidikan formal. Rentang usia dini merupakan saat yang tepat dalam mengembangkan potensi dan kecerdasan anak. Pengembangan potensi anak secara terarah pada rentang usia tersebut akan berdampak pada kehidupan masa depannya. Sebaliknya , pengembangan potensi anak yang asal-asalan akan berakibat pada potensi anak yang jauh dari harapan. Oleh karena itu pendidikan anak usia dini ini sangat penting sekali.karena dengan berbagai tuntutan zaman, anak-anak abad ke dua puluh satu akan menghadapi tantangan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Perubahan pesat terjadi pada setiap aspek kehidupan.
Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara terminologi disebut sebagai anak usia pra sekolah. Usia demikian merupakan masa peka bagi anak. Para ahli menyebutkan sebagai masa Golden Age, dimana perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan sampai 50 %. Pada masa ini terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan tempo untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik kognitif, bahasa, seni sosial emosional, disiplin diri, nilai-nilai agama, konsep diri dan memandirikan.
Proses perubahan yang dialami oleh anak manusia yang disebut perkembangan (development) secara sederhana perkembangan adalah perubahan individu yang berawal pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat. Adapun perkembangan adalah perubahan individu yang berawal dari pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat perkembangan dapat mendefinisikan sebgai pola perubahan organism (individu) baik dalam struktur maupun fungsi (fisik maupun psikis) yang terjadi secara teratur dan terorganisasi serta berlangsung sepanjang hayat.
Perkembangan mencakup perubahan baik dalam struktur maupun fungsi atau perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fungsi mengacu kepada perubahan dalam hal aktivitas yang secara interen terdapat dalam struktur fisik tersebut (seperti kelenturan otot, keterampilan bergerak, kemampuan berfikir, reksi-reaksi emosional, dan perubahan-perubahan sejenis lainnya).
Anak usia dini termasuk usia pra sekolah berada pada masa proses perubahan berupa pertumbuhan, perkembangan, pematangan penyempurnaan, baik pada aspek fisik maupun psikis atau jasmani maupun rohani yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.



BAB II
Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan, karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai Golden Age (usia emas) usia yang sangat berharga disbanding usia-usia selanjutnya. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik.
Sebagaimana menurut Piaget, dikatakan bahwa pada saat seseorang tumbuh menjadi dewasa ia akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya.
Ada tiga perubahan yang akan dialami yaitu : 1. Asimilasi 2. Akomodasi 3. Adaptasi.
Dalam proses Asimilasi, apabila seseorang menerima informasi atau pengalaman baru, informasi tersebut akan dimodifikasi sehingga cocok dengan struktur kognitif yang telah dimilikinya.
Dalam proses Akomodasi, struktur kognitif harus disesuaikan dengan informasi yang diterima. Asimilasi dan akomodasi akan terjadi apabila seseorang mengalami konflik kognitif atau ketidakseimbangan antara apa yang telah diketahui dengan apa yang dilihat. Proses adaptasi akan terjadi jika telah terdapat keseimbangan didalam struktur kognitif yang telah ada.
Belajar menurut Plaget ialah jika seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan tertentu sesuai dengan umurnya. Penjenjangan ini bersifat hierarkis, empat jenjang yang dilalui adalah sebagai berikut :
1. Jenjang Sensori Motorik (umur 0-2 tahun)
2. Jenjang Operasional Konkrik (umur 6/7 – 11/12 tahun)
3. Jenjang formal (umur 17-18 tahun)
Bruner menyebutkan bahwa perkembangan kognitif seseorang akan terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan. Tahap pertama adalah tahap enaktif, yaitu saat seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam usahanya memahami lingkungan. Tahap kedua adalah tahap ikonik , saat seseorang melihat dunia melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. Tahap ketiga ialah tahap simbolik. Saat seseorang mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa symbol.
Bruner juga mengemukakan perlunya ada teori pembelajaran yang akan menjelaskan asas-asas untuk merancang pembelajaran yang efektif dikelas. Misalnya teori belajar yang memprediksi berapa usia maksimum seorang anak untuk belajar penjumlahan. Sedangkan teori pembelajaran menguraikan bagaimana cara-cara mengajarkan materi penjumlahan.
Proses pembelajaran pada PAUD pada umumnya dilandasi oleh dua teori belajar, yaitu: 1. Behaviorisme 2. Konstruktivisme. Kedua aliran teori tersebut memiliki karateristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Aliran Behaviorisme menekankan pada hasil dan proses belajar dan aliran konstruktivisme menekankan pada proses belajar.
SKEMA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

Psikologi Teori Belajar Materi Bidang
Perkembangan Anak (isi bahan kajian) pengembangan


Anak Pengembangan Guru RuangLingkup


Program

Dari gambar diatas dapat dismpulkan bahwa guru sebagai pengembang program harus mampu mengintegrasikan aspek anak dengan aspek secara harmonis untuk itu setiap guru hendaklah bekerja secara seksama pada saat pembuatan program yang dibuatnya akan menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan pembelajaran yang dilakukannya.
Dalam proses pembelajaran, seorang guru dituntut dapat membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa. Budiono (1998) menjelaskan bahwa salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswabahwa seorang guru dapat menggunakan model pembelajaran yang inovatif sehingga anak didik menikmati kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran untuk PAUD merupakan proses interaksi antara anak, orang tua atau orang dewasa lainnya dalam suatu lingkungan untuk mencapai tugas perkembangan interaksi yang dibangun tersebut merupakan pembelajaran yang akan dicapai.
Pada hakikatnya anak belajar sambil bermain. Oleh karena itu pembelajaran anak usia dini pada dasarnya adalah bermain.
Dilihat dari tahap perkembangan kognitif Plaget (dalam Miller 1993) anak usia dini prasekolah/kelompok bermain berada pada tahapan pra operasional, yaitu tahapan dimana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan menggunakan sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan menggunakan symbol-simbol melalui kemampuan diatas anak mampu berimajinasi atau berfantasi tentang berbagai hal.
Syamsul Yusuf (dalam Masitoh dkk, 2005) mengemukakan perkembangan kognitif pada masa pra sekolah/ kelompok bermain mampu berfikir dengan menggunakan symbol, berfikiran masih dibatasi persepsi.


BAB III
PAUD akan menjadi cikal bakal pembentukan karakter anak kita. Sebagai titik awal dari pembentukan SDM berkualitas yang memiliki wawasan, intelektual kerpibadian, tanggung jawab, inovatif, kreatif, proaktif dan partisipatif serta semangat mandiri.
Pendidikan anak memang sudah diawali sejak dini agar anak bias mengembangkan potensinya secara optimal. Anak-anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu pengetahuan secara optimal. Ibarat jalan masuk menuju pendidikan dasar PAUD memuluskan jalan masuk pendidikan dasar. Konsep bermain sambil belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam.
Komponen yang diakses meliputi seluruh aspek perkembangan anak.
1. Aspek perkembangan fisik motorik
2. Aspek perkembangan kognitif
3. Aspek perkembangan moral
4. Aspek perkembangan social
5. Aspek perkembangan emosional
Perkembangan anak usia dini ini sangat erat kaitannya dengan pembelajaran yang diajarkan di PAUD. Karena melalui berbagai tahapan –tahapan yang mereka lalui maka jelas teori-teori para ahli diatas sesuai sekali dengan perkembangan anak usia dini.


DAFTAR PUSTAKA
• Maimunah, Hasan, Pendidikan anak usia dini, Diva Press , 2009.
• Sutikno, M.Sobri, Belajar Dan Pembelajaran, “Upaya Kreatif dalam mewujudkan Pembelajaran Yang berhasil, Prospek : Bandung, 2008 .
• Drs. H. Isgoni, M.Si, Ph.AD, Model Pembelajaran Anak Usia Dini, Alfabeta, 2008.
• Hildayani, Rini. 2005. Psikologi Pekembangan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
• Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar