Kamis, 07 Maret 2013

DAMPAK PENGEMBANGAN BIOTEKNOLOGI PADA SAINS, LINGKUNGAN, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT (SALINGTEMAS)



Bioteknologi berkembang karena kebutuhan masyarakat yang semakin lama
semakin meningkat. Sebagai contoh di bidang pertanian, pertambahan jumlah penduduk
tidak seimbang dengan produksi bahan pangan, sehingga diperlukan usaha-usaha
untuk meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia.
Banyak manfaat yang telah dirasakan oleh manusia dengan berkembangnya
bioteknologi, walaupun di sisi lain juga mengundang pro dan kontra dari berbagai
kalangan. Di bawah ini diuraikan kelebihan dan kekurangan penerapan bioteknologi
konvensional dan bioteknologi modern.
Kelebihan bioteknologi konvensional adalah relatif murah, teknologinya relatif
sederhana, dan pengaruh jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya
sudah mapan. Kekurangan bioteknologi konvensional adalah perbaikan sifat genetik
tidak terarah, tidak dapat mengatasi masalah ketidaksesuaian (inkompatibilitas) genetik,
hasilnya tidak dapat diperkirakan sebelumnya, memerlukan waktu relatif lama untuk
menghasilkan galur baru, dan seringkali tidak dapat mengatasi kendala alam dalam
sistem budidaya tanaman, misalnya hama.
Kelebihan bioteknologi modern adalah perbaikan sifat genetik dilakukan secara
terarah, dapat mengatasi kendala ketidaksesuaian genetik, hasil dapat diperhitungkan,
dapat menghasilkan jasad baru dengan sifat baru yang tidak ada pada jasad alami,
dapat memperpendek jangka waktu pengembangan galur tanaman baru, dan dapat
meningkatkan kualitas dan mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman.
Kekurangan bioteknologi modern antara lain relatif mahal, memerlukan kecanggihan
teknologi, dan pengaruh jangka panjang belum diketahui.
Tumbuhan transgenik sejauh ini aman dikonsumsi. Hal tersebut berdasarkan
pernyataan dari lembaga resmi internasional seperti WHO dan FAO. Penduduk Amerika
Serikat sudah mengonsumsi kedelai transgenik sejak tahun 1996, sedangkan
masyarakat Eropa yang awalnya menentang produk transgenik sekarang sudah
menerima. Walaupun demikian ada juga yang berpendapat bahwa terdapat beberapa
kemungkinan resiko mengonsumsi makanan transgenik ini, seperti alergi atau
keracunan.
Teknologi kloning sebenarnya penting untuk menghasilkan organisme unggul.
Kemajuan kloning pada tumbuhan dan hewan disambut baik oleh umat manusia. Akan
tetapi pada saat kloning ditujukan untuk kloning manusia, muncul perdebatan di


kalangan ilmuwan, para politisi, dan masyarakat. Mereka ada yang mendukung dan ada
yang tidak mendukung pengkloningan manusia. Kalangan yang mendukung kloning pada
manusia lebih menitikberatkan pada produksi sel, jaringan, dan organ untuk mengobati
penyakit, seperti diabetes, leukemia, dan yang lainnya.

sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar